JIKA TIDAK MALU BERBUATLAH SESUKA HATIMU - Islam Is Great

Islam Information

Rabu, 13 Februari 2019

JIKA TIDAK MALU BERBUATLAH SESUKA HATIMU

JIKA TIDAK MALU BERBUATLAH SESUKA HATIMU

حَدَّثَنَا أَبُو مَسْعُودٍ عُقْبَةُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَافْعَلْ مَا شِئْتَ

Telah bercerita kepada kami Abu Mas'ud 'Uqbah berkata; Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya diantara yang didapatkan manusia dari perkataan (yang disepakati) para Nabi adalah; "Jika kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu".(HR Bukhari No: 3224) Status: Hadis Sahih

Pengajaran:

1.  Malu adalah akhlak yang mendorong seseorang untuk meninggalkan perbuatan yang buruk dan tercela, sehingga mampu menghalangi seseorang dari melakukan dosa dan maksiat serta mencegah sikap melalaikan hak orang lain.

2.  Rasa malu merupakan satu perkara yang diwariskan oleh para Nabi kepada manusia generasi demi generasi hingga kepada generasi umat Nabi Muhammad SAW. Di antara perkara yang didakwahkan oleh para Nabi terdahulu kepada umatnya adalah berakhlak malu.

3.  Ungkapan ini bermaksud “ancaman”, (Apabila engkau tidak lagi memiliki rasa malu, maka perbuatlah sesukamu), kerana Allah pasti akan membalas perbuatan tersebut dengan yang setimpal. Firman Allah ta’ala:

اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ ۖ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS Fushilat : 40)

4.  Ibnu Qutaibah menyatakan: “Barangsiapa yang tidak lagi memiliki rasa malu, ia akan berbuat sesukanya, sebab yang menghalanginya untuk berbuat keburukan adalah rasa malu, barangsiapa yang tidak lagi memiliki rasa malu, pasti akan terjerumus dalam setiap amalan keji dan mungkar”.

5. Orang yang TIDAK MALU akan melakukan perkara maksiat serta perbuatan yang dilarang Allah seperti meninggalkan perintah yang diwajibkan, terlibat dengan rasuah dan sebagainya.

6.  Orang yang memiliki sifat malu, tidak akan melakukan sesuatu sesuka hati tanpa mengira dosa dan pahala.  

7.  Malu adalah sifat yang mendorong pemiliknya untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang buruk.

Ayuh bersifat MALU. Moga MALU menjadi PENCEGAH daripada melakukan sesuatu yang dilarang. 




Tiada ulasan: